About Me

"Rengkam" Sampah Laut, Kini Bernilai Ekonomis


Salah seorang nelayan sedang mengeringkan rengkam. Rumput luat dulu sampah, kini bernilai ekonomis tinggi


 REJAI -  Rengkam merupakan rumput laut yang selama ini diangap sampah oleh masyarakat. Siapa sangka kini hama itu bisa punya nilai ekonomis tinggi. Pasalnya rumput laut jenis ini bisa diolah menjadi pakan ikan dan pupuk.  

Rengkam salah satu jenis tumbuhan atau rumput di laut kini semakin dicari nelayan. Tumbuhan ini mudah didapat dan senang untuk dicabut. Rengkam hidup diatas batu karang kini sudah bernilai ekonomis dan membantu ekonomi nelayan pesisir saat ini. 


Padahal awalnya tumbuhan ini tak ada nilai sama sekali, hanyalah tumbuhan laut yang dinilai  penyelam sangat menganggu ketika mereka mencari ikan dan kerang di luat. Bahkan sering nyangkut kipas kapal nelayan Namun saat ini rengkam mampu memberikan manfaat dan penghasilan bagi nelayan teruatama di Rejai Kecamatan Bakung Serumpun Kabupaten Lingga.

Rumput laut rengkam ini tak menggenal musim. Ia tumbuh dan hidup pada setiap musim. Rumput ini jika tidak diambil ia akan lepas dari inangnya baru karang sendiri ketika musim angin utara. Namun rengkam cepat tumbuh dan hidup kembali. Tidak perlu ditanam apalagi dibudidayakan. Ia hidup diatas karang dengan air yang hijau.   

Pak Ismail salah satu nelayan Rejai mengatakan, jika saat ini ia lebih memilih mencari rengkam. Rumput laut ini tidak sulit untuk ditemukan. Rengkam hidup dibanyak tempat, sehingga kata Ismail mudah untuk mendapatkanya.

"Biasanya saya menyelam mencari kerang seperti serimping, tapi saat ini saya mulai mencari rengkam," ujar Ismail menceritakan. Setelah rengkam diambil dari karang, tumbuhan ini akan dijemur. 

Nizam, nelayan Rejai lainya ini menambahkan, saat ini banyak para nelayan mulai mencari rengkam.  Apalagi dimusim saat ini, sulit untuk mencari sotong.  

"Air pasang laut tinggi saat ini. Kami sulit untuk menyelam di laut .Ya, dengan lakunya rengkam, sangat membantu nelayan disini," ujar Nizam. *

Post a Comment

0 Comments