About Me

Jemari Muda Pembawa Hijau: Saat Siswa SMPN 2 Senayang Belajar Bertani Sejak Dini

 Hijau Sekolahku, Mandiri Panganku: Cerita Keseruan Siswa SMPN 2 Senayang Berkebun


Siswa SMPN 2 menyiram kangkung


Suasana di halaman dan sudut-sudut lahan kosong SMP Negeri 2 Senayang terasa berbeda dan jauh lebih hidup. Gelak tawa, gurauan renyah, dan aroma tanah basah menyatu dalam riuk kegiatan bercocok tanam yang melibatkan seluruh warga sekolah. Hari itu, para siswa menyingsingkan lengan baju, siap mengolah tanah dan menanam harapan lewat deretan bibit sayur-mayur.

Untuk memastikan kegiatan berjalan tertata dan penuh bimbingan, setiap kelas didampingi oleh dua orang guru. Sambil memegang cangkul kecil, gayung air, atau sekadar membagikan bibit, para guru telaten mengarahkan jemari muda murid-murid mereka agar berkebun dengan benar.



Variasi tanaman yang dikembangkan pun sangat beragam. Ada rombongan kelas yang sibuk menyiapkan bedengan untuk tanaman kangkung dan timun yang tumbuh merambat, ada yang merawat bibit tomat dan cabai rawit agar tumbuh subur, hingga kelompok yang memelihara rumpun serai serta berbagai jenis sayuran hijau lainnya. Lahan sekolah yang semula biasa saja kini bertransformasi menjadi kebun belajar yang asri.

Bagi para siswa, pengalaman memegang tanah secara langsung memberikan kesan mendalam. Hulsiah, salah seorang siswi SMPN 2 Senayang, tidak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat ikut mengolah tanah bersama teman-temannya.

"Senang sekali bisa ikut kegiatan menanam ini. Ini jadi pengalaman nyata buat kami belajar bercocok tanam sejak dini. Melalui kegiatan ini, saya dan teman-teman jadi belajar banyak hal—mulai dari cara mengolah tanah, merawat bibit, sampai paham betapa butuh proses dan kesabaran untuk menghasilkan bahan makanan," ungkap Hulsiah dengan wajah sumringah.

Bagi pihak sekolah, aksi hijau ini bukan sekadar mengisi waktu luang atau hobi semata. Perwakilan guru SMPN 2 Senayang menegaskan bahwa program bercocok tanam ini dirancang dengan tujuan pembentukan karakter serta pemahaman mendasar mengenai kemandirian.



"Kegiatan ini kami gelar untuk membiasakan dan mengedukasi anak-anak agar belajar menanam sejak dini. Lebih dari itu, kami ingin mengenalkan konsep ketahanan pangan secara praktis kepada siswa. Jika mereka paham cara menanam bahan pangan sendiri, mereka akan lebih menghargai makanan dan memiliki bekal keterampilan hidup yang berguna hingga masa depan," jelas salah satu guru pendamping.

Melalui hijau daun kangkung dan merahnya cabai yang mulai tumbuh di pekarangan sekolah, SMPN 2 Senayang telah menanamkan benih penting: kepedulian lingkungan, kerja sama, dan kesadaran akan arti penting ketahanan pangan sejak bangku sekolah.

Post a Comment

0 Comments