About Me

Rangkuman Materi PAI Kelas 9 Kurikulum Merdeka Bab 2 Meyakini Hari Akhir Dengan Mawas Diri

siswa sedang belajar/dokpri

 Pengertian dan Dalil Iman Kepada Hari Akhir 

 Kita semua tahu bahwa hari akhir berarti hari kiamat. Dalam Al-Quran banyak sekali istilah lain bagi hari akhir, antaralain: 

  • al-Wāqi’ah (hari yang pasti kejadiannya)
  •  al-Hāqqah (hari yang nyata dan benar adanya) 
  • aṭ-Ṭammah (bencana, kehancuran pada hari itu sangat umum) 
  • al-Azifah (kejadian hari itu sudah dekat) 
  • al-Qāri’ah (hari yang menggetarkan hati)
  •  az-Zalzalah (hari berguncang)
  • Yaumul Qiyāmah (hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur) 
  • Yaumud-Din (yang menguasai hari pembalasan) 
  • Yaumul-‘Aẓīm (hari yang besar) 
  • Yaumus-Sā‘ah (kejadian yang sangat cepat/singkat) 
  • Yaumul-Hasrah (hari penyesalan) 
  • Yaumul-Ḥisāb (hari perhitungan) 
  • Yaumul-Jazā’ (hari pembalasan amal) 
  • Yaumul-Faṣl (hari pemisahan) 
  • Yaumut-Tagabun (hari kerugian ditampakkan segala kesalahan) 
  • Yaumul-Wa‘īd (hari terlaksananya ancaman).

 Sebagai orang yang beriman tentu saja kita harus percaya dan meyakini bahwa Hari Akhir itu pasti akan datang sebagaimana firman Allah Swt dalam Q.S. al-Hajj ayat 7 berikut ini:

 وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ 

 Artinya: Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur. (Q.S. al-Hajj [22]: 7) 

 Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra 

Para ulama mengelompokkan kiamat menjadi dua, yakni Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra. Kiamat Sugra adalah kiamat kecil, karena hanya bagian-bagian tertentu saja yang mengalami kehancuran. Contoh kiamat sugra: Kematian Bencana alam Sedangkan kiamat kubra adalah kiamat besar, karena hancurnya seluruh alam semesta beserta isinya. Kiamat kubra itu pasti akan terjadi sesuai janji Allah Swt. dalam Q.S. al-an’am ayat 134 berikut ini:

اِنَّ مَا تُوْعَدُوْنَ لَاٰتٍۙ وَّمَآ اَنْتُمْ بِمُعْجِزِيْنَ

Artinya:  Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya. (Q.S. al-An`ām [6]: 134) 

 Kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana kiamat kubra itu akan terjadi, tapi Allah Swt. telah memberikan gambarannya sebagai berikut: 

  •  Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk kali yang pertama, semua makhluk akan mati, dijelaskan dalam Surah az-Zumar [39]: 68. 
  • Langit menjadi terpecah-belah, seperti dijelaskan dalam Surah al-Muzzammil [73]: 18. 
  • Manusia seperti anai-anai yang berterbangan dan gunung-gunung dihambur-hamburkan, dijelaskan dalam Surah al-Qāri’ah [101]: 4-5. 
  • Terjadi goncangan yang dahsyat dan bumi mengeluarkan beban yang berat, disebutkan dalam Surah az- Zalzalah [99]: 1-2. 
  • Langit terbelah dan bumi diratakan, dijelaskan dalam Surah al-Insyiqāq [84]: 1 – 3. 
  • Langit terbelah, bintang jatuh berserakan, lautan meluap, kuburan dibongkar, dijelaskan dalam Surah al-Infitār [82]: 1-4. 
  • Matahari digulung, bintang berjatuhan, gunung dihancurkan, lautan meluap, dijelaskan dalam Surah at-Takwir [81]: 1-6. 
  • Mata terbelalak ketakutan, cahaya bulan hilang, matahari dan bulan dikumpulkan, dijelaskan dalam Surah al-Qiyāmah [75]: 7-9. 
  • Terjadi guncangan yang sangat besar, dijelaskan dalam Surah al-Hajj [22]: 1- 2. 
  • Bumi dan gunung berguncang, gunung-gunung berterbangan, dijelaskan dalam Surah al-Muzzammil [73]: 14. 
  • Manusia datang berkelompok, pintu langit dibuka, dan gunung menjadi fatamorgana, dijelaskan dalam Surah an-Nabā’ [78]: 18-20. 
Para ahli pun setuju mengenai akan hadirnya hari kiamat, berikut penjelasannya:
  • Ahli astronomi menyampaikan suatu saat gaya tarik menarik antar planet-planet akan hilang dan saling bertabrakan. 
  • Ahli geologi menyampaikan bahwa lama kelamaan gas bumi akan semakin melemah sehingga tekanan dari luar bumi semakin kuat dan akhirnya gas bumi meledak dengan ledakan yang sangat dahsyat dan mengeluarkan isi bumi. 
  • Ahli fisika menyampaikan lama kelamaan sinar matahari akan melemah yang menyebabkan ketidakseimbangan. 
Selain itu baginda Rasulullah Saw telah memberikan kita tanda-tanda sebelum terjadinya kiamat kubra, yaitu: 
  •  Keluarnya Dajal yang mengajak manusia kepada jalan sesat. 
  • Keluarnya Imam Mahdi yang akan menegakkan keadilan. 
  • Turunnya Nabi Isa bin Maryam. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj. 
  • Munculnya awan hitam (dukhan). 
  • Terbitnya matahari dari sebelah barat. 
  • Keluarnya binatang melata pada pagi hari. Rangkaian Peristiwa Kehidupan di Akhirat
Setelah terjadinya kiamat kubra, maka kita semua akan memasuki tahap kehidupan yang baru, yaitu kehidupan di akhirat. Urutannya adalah: 
  •  Yaumul Barzakh (Alam Barzakh) 
  • Yaumul Ba’atṡ Yaumul Mahsyar atau Yaumul Hasyr 
  • Yaumul-Ḥisāb 
  • Yaumul-Mīzān Yaumul-Jazā 
  • Surga dan Neraka 
Yaumul barzakh yang dikenal dengan alam kubur merupakan pintu gerbang menuju akhirat, dengan demikian alam barzakh menjadi batas antara alam dunia dan alam akhirat. 

 Yaumul Ba’atṡ merupakan hari dibangkitkannya semua manusia dari alam kubur (sejak manusia pertama yang meninggal) menuju ke Padang Mahsyar.

 Yaumul-Mahsyar atau Yaumul Hasyr adalah masa atau hari dikumpulkannya seluruh manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya di padang mahsyar. 

 Yaumul-ḥisāb adalah hari perhitungan amal perbuatan manusia selama menjalani hidup di dunia. Yaumil mīzān adalah hari ditimbangnya amal perbuatan manusia ketika di dunia, baik amalan kecil maupun yang besar. 

 Yaumul jazā merupakan hari dibalasnya amal perbuatan manusia. Setelah itu tentu saja manusia akan bisa masuk surga ataupun neraka. Yang berat timbangan amal baiknya pasti masuk surga, yang berat timbangan amal buruknya pasti masuk neraka. 

 Adapun nama-nama surga yang disediakan Allah Swt. antara lain:

  • Surga Firdaus (Q.S. al-Kahfi [18]: 107) 
  • Surga ‘Adn, (Q.S. at-Taubah [9]: 72) 
  • Surga Ma’wa (Q.S. an-Nāzi’āt [79]: 40-41)
  •  Surga Na’im (Q.S. Yunus [10]: 9)
  •  Surga Khuld (Q.S. al-Furqān [25]: 15) 
  • Darus Salam (Q.S. al-An’ām [6]: 127) 
  • Darus Muqamah (Q.S. Fathir [25]: 34-35)
  •  Darul Akhirah (Q.S. an-Nahl [12]: 30) 
  • Husnul Ma’ab (Q.S. ar-Ra’d [13]: 29) 
  • Husnā (Q.S.an-Nisā [4]: 95) 
Kemudian nama-nama neraka yaitu: 
  •  Neraka Jahannam (Q.S. at-Taubah [9]: 63 dan Q.S. al-Baqarah [2]: 206) 
  • Neraka Lazha (Q.S. al-Lail [92]: 14-16) 
  • Neraka Huthamah (Q.S. al-Humazah [104]: 4-9) 
  • Neraka Sa’ir (Q.S. an-Nisā [4]: 10) 
  • Neraka Saqar (Q.S. al-Muddakir [74]: 40-46) 
  • Neraka Jahim (Q.S. at-Taubah [9]: 113) 
  • Neraka Hawiyah (Q.S. al-Qāri’ah [101]: 9-11) 
Mawas Diri Sebagai Hikmah dari Iman kepada Hari Akhir 

 Sebagai orang yang beriman kepada hari akhir, sudah seharusnya kita selalu mawas diri dari berbagai kemaksiatan dan kebiasaan buruk yang mungkin pernah kita lakukan. Sifat mawas diri bisa ditunjukkan dengan cara:
  •  senantiasa ingat dan bertakwa kepada Allah Swt.
  •  menghilangkan sikap sombong 
  • menghindari perbuatan tidak terpuji 
  • senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia 
  • dll

Selain itu kita juga harus senantiasa berdoa kepada Allah Swt. agar senantiasa diberi kebaiakan di dunia dan akhirat:

“Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku, perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan."

Post a Comment

0 Comments