About Me

Menyelam Didasar laut, Hanya Bebekal Kacamata

 



Cuaca cukup bersahabat saat itu. Angin teduh dan panas menyelimuti langit. Laut tenang dan menenangkan. Tidak ada gejolak antara angin dan air laut, sehingga percikan gelombang pun tak tampak sama sekali. Layaknya cermin, kita bahkan bisa melihat wajah  sendiri di air. Jernih, adem dan biru. Saya pun tergoda dengan kemolekan laut disini.  

 Pancaran sinar matahari membuat mata saya pedih ketika melihat keatas. Suhu panas saat itu cukup tinggi. Kulit kita bisa hangus terbakar kalau tidak terbiasa. Kendati demikian, kepanasanya itu terobati setelah melihat keindahan laut dan terumbu karang nan biru disini.

 Laut pun bersahabat untuk diarungi saat itu. Apalagi  untuk diselam. Ketinggian air yang rendah adalah waktu yang paling tepat bagi nelayan untuk menyelam. Karena itu akan memudahkan untuk mencari kerang-kerang dan ikan didasar laut.  

“Pak, mau ikut saya ke laut tak. Kita pergi menyelam.”

“kalau hasilnya banyak nanti dapat kita bakar”

Tanya teman saya ketika kami usai sholat zhuhur.  Saya pun tak menolak ajakanya. Meski ada rasa takut untuk ke laut yang belum pernah saya sentuh, tapi saya mulai memberanikan diri. Apalagi, kalau sudah tinggal di pulau, kita harus tahu sedikit banyak kehidupan disini.



“Okeyylah, saya tukar baju dulu. Nanti tunggu aja di rumah,” jawab saya ketika diajak ke laut.

Saya memang senang main laut. Apalagi di daerah saya sendiri air tidak sejernih disini. Di kampung halaman saya, air laut seperti kopi susu. Warnanya coklat. Tapi kalau disini, dua meter ketinggi air masih dapat melihat dasar laut.

Sejak bertugas menjadi guru di pulau Rejai, saya sedikit banyak semakin menggenal pulau-pulau sekitar. Sebelumnya, nama pulau ini pun tidak pernah terdengar ditelingga saya. Namun, setelah bertugas satu persatu pulau mulai saya singahi dan hapal. Bahkan mulai berani untuk berenang dan menyelam. Akhirnya dapat tantangan dan pelajaran baru menjadi nelayan.

 Kami pun berangkat menggunakan sampan, yang didalamnya ada mesin robin. Saya hanya berbekal kacamata saat itu. Dan membawa sedikit perbekalan. Jika haus atau lapar dapat juga dimakan didalam sampan.

Saya sempat kaget, jika nelayan dikampung saya alat tangkapanya jaring, tapi disini kebanyakan nelayan hanya membawa alat selam sederhanay, yakni kacamata.  Ya, memang berbeda. Nelayan disini lebih senang mencari penghasilan dengan menyelam ketimbang menggunakan jaring. ALasanya karena air jernih dan hasil tangkapanya juga  banyak.  

“katanya mau ke laut kenapa hanya berbekal kacamata selam,”

“Bukanya kalau nelayan biasanya membawa jaring,” Tanya saya. Teman saya sempat tersenyum sipu.

“Wai, kalau nelayan disini (Rejai,red) tak pakai jaring, tapi kami pakai selam,” nelayan itu dengan semangat ia menjawab.

Sampanpun sudah bergerak menuju titik lokasi untuk diselam. Setiba ditempat penyelaman, yang memakan waktu sekitar 20 menit,  kami terlebih dahulu mengikat sampan. Tapi sampan ini diikat di badan kita, bukan di kayu ataupun pelantar.  Itu dilakukan agar sampan langsung dapat dibawa. Apalagi dalam menyelam, kita harus rajin bergerak.

Kami pun turun dari sampan. Saya  memperhatikan disekililing, apakah ada pemangsa laut seperti buaya disini. Dengan bismillah, saya pun memberanikan terjun ke laut. Sementara, teman saya yang sudah terbiasa ini, badanya sudah tak terlihat lagi dipermukaan. Ia sudah pun menyelam mencari kerang-kerang dan ikan didasar laut. Amazzing.

Cukup lama juga nelayan ini naik ke permukaan. Katanya ia mampu menyelam didasar laut selama 2 atau 3 menit baru naik ke atas untuk mendapatkan okesigen. Kemudian setelah mendapatkan oksigen, ia kembali lagi menyelam hingga sampai mendapatkan hasil.

Setelah saya ikut menyelam, saya terpukau dengan keindahan dan terumbu karang di laut ini. Molek dan menyegarkan. Hampir dua jam saya berenang, melihat ikan-ikan yang bermain, biota luat, bungga karang, dan pasir yang putih di laut ini. “Nikmat Mana lagi yang harus kita dustakan,”

 

 

 

Post a Comment

9 Comments

  1. Keren Pak menikmati indahnya karunia Tuhan ya Pak....Sehat selalu Pak

    ReplyDelete
  2. Saya belum pernah snokling atau diving. Padahal saya penasaran banget dengan hal itu. Senang sekali rasanya bisa berenang bebas di laut dengan ekosistem dan biota laut yang indah.

    ReplyDelete
  3. Luar biasa... Keindahan alam yg penuh dg kasih sayang kpd makhluk hidup

    ReplyDelete
  4. Senangnya bisa menyelam di laut yang jernih.

    ReplyDelete