About Me

Dramatisnya Drama Pahlawan, Bukti Karya Siswa SMPN 2 Senayang

 

REJAI -  Sedikit merinding. Terkenang dan tak terbayangkan  pengorbanan awal bangsa Indonesia berdiri. Terharu aja, ktika melihat penampilan perlombaan pentas drama siswa-siswi SMPN 2 Senayang Kabupaten Lingga. Pentas seni bertemakan perjuangan para pahlawan untuk mendirikan bumi pertiwi. Nyawa, anak, keluarga dan sahabat harus mereka relakan pergi bejuang. Ada yang pulang dengan selamat, ada yang tewas, ada yang cacat, luka-luka dan bersimbah darah. Demi tanah air, itu bukan jadi alasan para pejuang takut untuk melawan penjajah yang saat ini memang sudah memiliki senjata yang cangih.  

Dalam pentas seni drama itu penonton  dibawa kembali ke masa lalu. Dibawa untuk hidup pada zaman awal kemerdekaan dan sebelum merdeka.  Dimasa kemerdekaan Indonesia masih dapat dihitung dengan jari-jari tanggan kita ini. Meski peristiwa itu sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun, sebagai anak bangsa kita  hanya dapat merasakan perihnya perjuangan mereka dahulu untuk mendirikan bangsa yang besar ini.   

Detik-Detik Proklamasi (dok pribadi)

Seperti yang ditampilkan perwakilan setiap kelas siswa-siswa SMPN 2 Senayang, dalam lomba pentas seni drama bertemakan pahlawan. Kelas 9.1 mengangkat tema detik-detik proklamasi. Mulai dari awal menyusun teksnya hingga sampai sang proklamator (Soekarno) membacakan teks Proklami. 

Kelas 9.2 menampilkan drama tentang awalnya bangsa Eropa datang ke Nusantara hanya untuk berdagang. Namun, dibalik kerjasama perdagangan itu Belanda mulai ingin menguasai Nusantara. Bahkan Belanda membawa senjata laras panjang dan Militer. 

Untuk kelas 8.1 juga tidak kalah bagusnya penampilan pentas seni mereka ini. Penjajah Belanda membawa senjata cangih dari Eropa, sementara pejuang Indonesia hanya bersenjatakan bambu runcing melawan penjajah saat itu. 

Sementara kelas 7.2 juga tak kalah apiknya melawan musuh penjajah kala itu. Mereka bergeriliya dari hutan-kehutan. Bahkan para pejuang itu dicari Belanda. 

Kelas 7.1 menceritakan kisah perjuangan KH Hasim Asy'ari. Aksi resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 dimulai dari seruan KH Hasyim Asy'ari kepada para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagi penjuru Indonesia. Instruksi tersebut berisi untuk membulatkan tekad dalam melakukan jihad membela tanah air.



KH Hasyim Asy'ari menyebut aksi melawan penjajah hukumnya fardhu 'ain. Melalui semangat resolusi jihad tersebut para laskar ulama-santri mempunyai semangat yang sama dalam mengusir tentara sekutu yang ingin merebut kembali Surabaya. Hingga KH Hasyim Asy'ari meninggal dunia ketika mendengar kabar kota Malang direbut penjajah saat ini. 

Selain itu kelas 8.2 juga menampilan 6000 pasukan Inggris yang dipimpin Brigjen Malabi ingin menguasai Surabaya kala itu. Bahkan ketika Malabi tewas, para pejuang diminta untuk menyerah. Jika tidak menyerah, maka Surabaya akan dibumihanguskan. (*)

Post a Comment

0 Comments