About Me

Gubernur NTT Inginkan Mapel Agama Dihapus, VBL : Ajar Semua Mapel Tapi Tidak Ada Yang Tahu





     VBL di Haitimuk, Kabupaten Malaka.      (9/2/2020)




gurukuaan.com Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali membuat terobosan baru dan mengginkan sistem pendidikan di tahun 2021 untuk tingkat SD, SMP, SMA/SMK di NTT hanya ada tiga mata pelajaran (Mapel) dan mata pelajaran Agama dihapus.

Demikian permintaan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kepada Bupati Malaka, ketika berbicara di hadapan para pejabat dan masyarakat di Rumah Jabatan Bupati Malaka di Haitimuk, Minggu (9/2/2020) malam.

Selain meminta Pak Bupati Malaka atur anak-anak kita mulai dari SD, SMP, SMA/SMK cukup tiga mata pelajaran saja, VBL juga meminta mata pelajaran pendidikan Agama dihapus, pelajaran Agama diberikan tanggung jawab kepada Agamanya masing-masing, biar gamanya yang urus orangnya.

Ketiga mata pelajaran itu, adalah berhitung, bahasa dan sejarah keindonesiaan dan pelajaran Agama dihapus, dan kembalikan ke pembinaan setiap agama masing-masing, biarkan setiap petinggi Agama mengurus umatnya. Sebab kata dia, selama ini para guru mengajar terlalu banyak mata pelajaran.


Ajar semua pelajaran tapi tidak ada yang tahu. Di Kupang ada anak SD kelas 5 tapi tidak tahu membaca. Ini repot. Karena itu, tahun 2021 tidak ada ujian nasional, maka kita di NTT saya akan lapor Bapak Presiden.

“Kita di NTT cukup tiga mata pelajaran saja, yakni berhitung (logika dan matematika), bahasa (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah), dan sejarah Indonesia. Selama ini transfer knowledge ini yang perlu dilatih,”jelas Gubernur VBL.

Menurut VBL, jika anak-anak ini sudah kuat dengan tiga mata pelajar, maka mereka ke kampus mana saja pasti tembus. Karena standar pendidikan di Malaka akan sama dengan di Amerika.

Gubernur VBL berharap kepada semua stakeholders untuk tidak main-main dengan produk sumber daya manusia di Provinsi NTT.

Jangan bermimpi mau berhasil kalau model atau sistem pendidikan kita masih seperti ini. Ini tantangan kita. Kalau kita belajar masih seperti ini terus dengan banyak mata pelajaran maka hanya menunggu gila saja.

Kedepan agar gagasan untuk menerapkan tiga mata pelajaran saja harus dimulai dari Kabupaten Malaka. “Harus dari Malaka tahun 2021. Kita harus menerapkan langkah-langkah yang radikal dalam dunia pendidikan,” tambah VBL.

Sebagai informasi, pagi ini Senin (10/2/2020) Gubernur bersama rombongan direncanakan akan mengunjungi pembangunan Jembatan Horoe II di Desa Sanleo pada pukul 10.00 wita.

Rombongan Gubernur, selanjutnya akan meninjau pengembangan porang dalam kawasan hutan di Nenuk, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

sumber : timurpos

Baca Artikel Menarik Lainya


Post a Comment

0 Comments